Tanam Serempak 50.000 Hektare, Indramayu Ambil Bagian Perkuat Ketahanan Pangan
Program tanam serempak seluas 50.000 hektare yang dilaksanakan di 25 provinsi menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini menyasar optimalisasi berbagai jenis lahan, mulai dari lahan oplah (optimalisasi lahan), lahan yang didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga lahan terdampak bencana agar dapat kembali produktif.
Di Indramayu, program tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam di lahan seluas 40 hektare yang termasuk dalam kategori lahan oplah tahun 2025. Penanaman dilakukan menggunakan varietas padi lokal unggulan, yakni Kebo dan Ciherang, yang dinilai memiliki ketahanan serta produktivitas yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.
Kegiatan tanam berlangsung di Kecamatan Terisi, tepatnya di Desa Jatimunggul pada 30 April 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BRMP Jawa Barat bersama Kepala BBPMKP Ciawi, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta perangkat daerah setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan tanam dan peningkatan produksi pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pelaku pertanian di lapangan. Penyuluh dan Brigade Pangan diharapkan terus berperan aktif dalam mendampingi petani, khususnya dalam penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pemanfaatan lahan secara optimal.
Program tanam serempak ini tidak hanya menjadi simbol gerakan bersama, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan luas tanam secara signifikan, mempercepat masa tanam, dan pada akhirnya mendorong peningkatan produksi padi nasional. Dengan dukungan berbagai pihak, Indramayu diharapkan dapat terus menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat maupun tingkat nasional.